Thursday, December 18, 2008

Tidak Sekali Ini

Malam merangkak pagi
Mata disengkang sepi
Gita cinta masih berbunyi
Menyanyikan kisah,
Bagaimana harapan diciptakan hati

Walau ada benci
Tak mahu kulihat kau pergi
Tidak sekali ini

Tidak
Bila dibumi,
hanya berlagu sepi

Tidak
Bila dilangit,
Aku cuba bayangkan kau tetap sendiri

Tidak sekali ini,
Bila di antariksa
Cinta dan kata terawangan

Akankah terhempas lagi
Atau kau ‘kan berada dalam dakapan?

Kau putuskanlah
Sekali ini…

Desember 17, 2008
4:07 pagi

Saturday, September 20, 2008

Bayangan

Ada bayangan
Di luar jendela waktu

Membawa kisah
Tentang luka yang beku

Pergi dengan cita
Walau ada yang belum tentu

Yang pasti bayangan sentiasa 'kan ada
Membantu manusia meniti zaman manusia

Monday, September 15, 2008

Detik

Detik membentuk
Titis-titis sepanjang zaman
Dan menanda
Siang, Malam,Manusia...

Namun detik pasti akan berhenti
Dan tika itu kita bertanya
Di detik manakah
Kita mahu berfikir...

Perteduhan

Hujan renyai,
Hanya aku,
berteduh di sini

Dan hujan semakin lebat
Tujuh lagi berteduh di sini
Bukan lagi aku sendiri

Namun apakah bedanya,
Aku dan mereka?

Bil hujan berhenti
Mereka pasti 'kan pergi

Dan aku hanya bertemankan diri
Dan aku masih di sini
Yang masih berlindung

Dan katakanlah,
Apakah ada bedanya
Aku dan mereka...

Sunday, September 14, 2008

Tunduklah

Hanya dengan memandang mata

Akal bergelut dalam pemberontakan


Sukar sekali menunduk

Naluri mahu bertanya

Tapi terpandang kesisi gelap


Takdir terbayang

Merampas keamanan


Tuhan


Temukan mulutku dengan naluri

Walau akal tetap berkata...

"Kau kan bertemu geruh,

pucat muka,toreh tak berdarah"


Turunlah petunjuk

Menjelmalah lagi

dihadapanku


Moga kau kecundang, Sayang.

Lemas dalam ikhlasku…

Jerit Jiwa Merdeka 1

Dalam untaian sejarah

Tak pernah kita bermandi darah

Dalam menuntut maruah

Sekangkang tanah terjajah

Kita mendengar berulang

“Kita merdeka dengan pena,

Dan bukan dengan pedang”

Tapi kita mungkin terlupa

Atau kita dipaksa lupakan…

Betapa darah mengalir,

Betapa jiwa melayang

Darah dan jiwa pahlawan pertiwi

Dalam mencari merdeka sejati

Carilah benarnya sejarah.

Carilah ertinya merdeka

Dalam dirimu sendiri.

Kerana lima dasawarsa

Kita tertipu diri sendiri…

Tentang

Aku tak tahu apa yang harus aku katakan lagi;
Apa yang harus kuperbuat lagi,

Tanah ini dicengkam kukunya besi,
namun kau belum mahu berani,

Kau masih belum berani
Walau hanya untuk berdiri,
walau hanya untuk,
berkata dari hati...

Jangan kau tunggu,
tentanglah kezaliman dengan berani,
dengan apa saja yang kau miliki

Moga kelak kau tak mati
Mati alah,
memeluk tubuh sendiri..

Pemuda Tanah Ini


Dahulu kudengar
Di tanah ini
Orang mudanya
Jiwanya hangat penuh semangat


Bila ada kebatilan.
Kan' ditebas walau sendiri
Bila ada yang menyerang
Kan' terus mereka menerjang


Dahulu kedengar
Dengan kata-kata
Pemuda mampu menjatuhkan
Tirani kelas tertinggi


Tapi kini kulihat
Jiwa pemuda dibius
Anestetik nafsu dan materi
Jiwa kebas tak merasai


Dan, kini jelas kulihat
Di tanah ini
Menjadi pemuda
Bukan apa-apa lagi


Sudah sepertinya sida-sida
Yang anunya sudah dikasi...